Jumat, 23 Februari 2024

OJK Keluarkan Aturan soal Pinjol, Bunga Turun Jadi 0,1 % per Hari

Ali Muntoha
Sabtu, 11 November 2023 13:03:00
Ilustrasi pinjaman online (pinjol). (Istimewa/Freepik)

Murianews, Jakarta – Otoritas Jasa Keungan (OJK) mengeluarkan aturan terkait bungan pinjaman online atau pinjol. Dalam aturan yang dikeluarkan itu, bunga pinjol akan perlahan turun menjadi 0,1 persen per hari dari sebelumnya 0,4 persen.

Aturan ini tertuang dalam SEOJK Nomor 19/SEOJK.05/2023 tanggal 8 November 2023 tentang Penyelenggaraan Layanan Pendanaan Berbasis Teknologi Informasi. SE OJK ini diluncurkan bersamaan dengan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI/fintech P2P Lending) 2023-2028 pada Jumat (10/11/2023).

”Ini akan menjadi masa penentu bagi industri apakah akan benar-benar kuat benar-benar merespon dengan tepat kepercayaan tapi juga tanggung jawab dan ekspektasi yang begitu besar dari seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra dikutip Murianews.com dari laman OJK, Sabtu (11/11/2023).

Dalam SE terbaru itu diatur besaran bunga peer to peer lending (P2P) kini diatur OJK. Sebelumnya batasan bunga ditetapkan 0,4 persen oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI) akan menjadi 0,1-0,3% di tangan OJK.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman menjelaskan, SE ini merupakan mandat Peraturan OJK (POJK) Nomor 10 tahun 2022, di mana OJK perlu mengatur besaran bunga pinjol.

”Karena kalau bunganya tidak diatur dengan baik, maka yang paling dirugikan adalah konsumen," ujar Agusman, dalam konferensi pers dikutip dari Suara.com.

Disebutkan jika bunga pinjol yang ditetapkan 0,4 persen akan turun secara bertahap menjadi 0,2 persen pada 2025.

Sementara untuk pendanaan konsumtif sebesar 0,3% per hari untuk 2024, 0,2% per hari 2025, dan tahun-tahun selanjutnya 0,1%. ”Jadi bertahap turunnya," jelas dia.

Agusman menambahkan, penurunan secara bertahap ini perlu dilakukan agar tidak mengganggu bisnis pinjol.

Sementara untuk bunga produktif, akan diturunkan menjadi 0,1% per hari selama dua tahun, yakni pada 2024 dan 2025. Setelah itu pada 2026, bunga akan diturunkan kembali menjadi 0,067%.

”Kenapa yang produktif jauh lebih rendah? Ini memang agar mendorong kegiatan produtif karena selama ini UMKM kita yang jadi kendala ialah mahalnya pendanaan ini, sehingga kita beri room agar memberikan pendaann yang luas," pungkasnya.

Komentar