Jumat, 23 Februari 2024

Woro-Woro! Uang Logam Rp 500-Rp 1000 Warna Emas Sudah Tak Berlaku

Ali Muntoha
Jumat, 1 Desember 2023 16:10:00
Ilustrasi: Uang logam pecahan Rp 500 dan Rp 1000 warna emas yang ditarik dari pasaran. (Murianews/Nafis)

Murianews, Jakarta – Bank Indonesia (BI) mengumumkan menarik tiga pecahan uang logam warna emas. Dua pecahan uang logam itu mulai tidak berlaku sebagai alat pembayaran per 1 Desember 2023.

Tiga pecahan uang logam yang sudah tidak berlaku yakni uang logam pecahan pecahan Rp 500 Tahun Emisi (TE) 1991, uang logam pecahan Rp 1.000 TE 1993, dan uang logam pecahan Rp 500 TE 1997.

Direktur Eksekutif Bank Indonesia Erwin Haryono mengatakan, pencabutan dan penarikan uang Rupiah logam tersebut dilakukan dengan berbagai pertimbangan.

”Di antaranya masa edar yang cukup lama dan perkembangan teknologi bahan/material uang logam. Dengan demikian, terhitung tanggal dimaksud uang Rupiah logam tersebut tidak lagi berlaku sebagai alat pembayaran yang sah di wilayah NKRI,” katanya dalam keterangan pers yang dikutip Murianews.com, Jumat (1/12/2023).

Bank Indonesia juga menginformasikan pada masyarakat yang masih menyimpang uang logam pecahan Rp 500 dan Rp 1000 warna emas itu masih bisa menukarnya ke bank-bank umum.

Masa penukaran itu dimulai pada 1 Desember 2023 hari ini sampai dengan 1 Desember 2033, atau selama 10 tahun sejak tanggal pencabutan.

Penukaran uang logam yang ditarik ini juga bisa dilakukan di Kantor Pusat maupun Kantor Perwakilan Bank Indonesia di seluruh Indonesia.

Yakni dengan terlebih dahulu melakukan pemesanan penukaran melalui aplikasi PINTAR yang diakses melalui pintar.bi.go.id, dengan mengacu pada ketentuan atau informasi yang disampaikan mengenai jadwal operasional dan layanan publik Bank Indonesia.

”Penggantian atas uang Rupiah logam  Rp 500 TE 1991, Rp 1.000 TE 1993, dan Rp 500 TE 1997 yang dicabut dan ditarik dari peredaran sebesar nilai nominal yang sama dengan yang tertera pada uang Rupiah logam dimaksud,” ujarnya.

Kemudian penggantian atas uang Rupiah logam dalam kondisi lusuh, cacat, atau rusak dilakukan dengan mengacu pada Peraturan Bank Indonesia mengenai pengelolaan uang Rupiah.

Di antaranya dalam hal fisik uang rupiah logam lebih besar dari 1/2 (satu perdua) ukuran aslinya dan ciri uang Rupiah dapat dikenali keasliannya, diberikan penggantian sebesar nilai nominal uang Rupiah yang ditukarkan.

”Kemudian dalam hal fisik uang Rupiah logam sama dengan atau kurang dari 1/2 (satu perdua) ukuran aslinya, tidak diberikan penggantian,” pungkasnya.

Komentar