Jumat, 23 Februari 2024

Utang Pemerintah Tembus Rp 8.144,69 Triliun hingga Akhir 2023

Cholis Anwar
Jumat, 19 Januari 2024 11:58:00
Uang Rupiah (Murianews/Vega M Ula)

Murianews, Jakarta – Utang pemerintah Indonesia mencapai angka Rp 8.144,69 triliun, mengalami kenaikan sebesar Rp 103,68 triliun dari bulan sebelumnya yang sebesar Rp 8.041,01 triliun.

Menurut data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang dirilis hari ini (19/1/2024), pertambahan utang tersebut menjadikan rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir tahun 2023 sebesar 38,59 persen, mengalami kenaikan dari bulan sebelumnya yang berada di level 38,11 persen.

Meski naik, rasio ini masih berada di bawah batas aman yang ditetapkan yakni 60 persen PDB sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

”Meskipun terjadi peningkatan, nilai rasio utang tersebut masih di bawah batas aman 60 persen PDB sesuai UU Nomor 17/2023 tentang Keuangan Negara, dan lebih baik dari yang telah ditetapkan melalui Strategi Pengelolaan Utang Jangka Menengah 2023-2026 di kisaran 40 persen,” tulis Kemenkeu melansir Detik.com, Jumat (19/1/2024).

Data juga menunjukkan bahwa mayoritas utang pemerintah hingga Desember 2023 masih didominasi oleh Surat Berharga Negara (SBN) dengan persentase 88,16 persen, sedangkan sisanya berasal dari pinjaman dengan persentase 11,84 persen.

Rinciannya, utang dalam bentuk SBN mencapai Rp 7.180,71 triliun. Dari jumlah tersebut, SBN domestik sebesar Rp 5.808,13 triliun berasal dari Surat Utang Negara sebesar Rp 4.700,60 triliun dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp 1.107,53 triliun.

Sementara itu, utang pemerintah dalam bentuk SBN valuta asing mencapai Rp 1.372,58 triliun, terdiri dari Surat Utang Negara sebesar Rp 1.034,08 triliun dan SBSN sebesar Rp 338,50 triliun.

Jumlah utang pemerintah dalam bentuk pinjaman mencapai Rp 963,98 triliun, terdiri dari pinjaman dalam negeri sebesar Rp 34,05 triliun dan pinjaman luar negeri sebesar Rp 929,93 triliun.

Pinjaman luar negeri ini dibagi menjadi bilateral sebesar Rp 274,85 triliun, multilateral sebesar Rp 566,86 triliun, dan commercial banks sebesar Rp 88,22 triliun.

Komentar