Jumat, 23 Februari 2024

Menengok Sentra Pande Besi di Dusun Tahunan Grobogan

Saiful Anwar
Kamis, 18 Januari 2024 17:44:00
Pande besi di Dusun Tahunan, Desa Putatsari, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. (Murianews/Saiful Anwar)

Murianews, Grobogan – Suara besi ditempat nyaring terdengar begitu memasuki Dusun Tahunan, Desa Putatsari, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Ya, Dusun Tahunan, Desa Putatsari memang dikenal sebagai kampung pande besi. Produknya sudah terkenal, terutama alat-alat pertanian seperti cangkul, sabit, hingga garbu.

Hampir sebagian besar warga di Dusun Tahunan menjadi pande besi. Bukhori salah satunya.

Ia sudah menggeluti pekerjaan itu selama 40 tahunan. Dengan pengalamannya, ia bisa membuat 25 buah sabit siap pakai untuk dijual.

”Satu sabit biasanya sekitar 30 menit membuatnya. Per sabitnya dijual antara Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu, tergantung besar kecilnya,” katanya saat ditemui Murianews.com, Kamis (18/1/2024).

Bukhori menceritakan, dulu para pembeli datang langsung untuk mendapatkan alat pertanian bikinannya. Kini, dengan adanya sistem pengiriman yang makin maji, pembelinya cukup membelinya secara daring.

”Sekarang kalau sudah sampai tujuh kodi sampai 10 kodi langsung kirim,” imbuhnya.

Menurut Bukhori, setiap pande besi sudah memiliki pasar sendiri-sendiri. Dia sendiri mengaku biasa mengirim benda pertanian hasil buatannya ke daerah Cilacap hingga Ngawi (Jawa Timur). Benda yang dibuatnya antara lain sabit, cangkul, hingga garbu.

Bukhori mengatakan, dalam produksinya, ia membeli bahan baku seharga Rp 10.500 per kilogram. Satu kilogram besi biasanya bisa untuk tiga sabit.

Pande besi lainnya, Sutiyoso mengaku rata-rata bisa mendapatkan Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu hari hasil jualannya sehari-hari. Namun, besaran pendapatan itu diraihnya saat tak ada kendala.

”Kadang alatnya mogok (tak bisa digunakan, red), tidak bisa kerja,” ucapnya.

Sutiyoso menjelaskan, meski sudah banyak yang menggunakan peralatan yang lebih modern, kebanyakan pande besi di sana masih memanfaatkan alat yang disebut ”robot”, yakni alat pemukul besi yang telah dipanaskan untuk dibentuk sesuai keinginan pande besi.

Meski sudah dikenal produknya, jumlah pande besi di Dusun Tahunan menurun. Namun, jumlah pande besi di dusun tetangga, Dusun Turi yang masih masuk Desa Putatsari, malah meningkat.

Sutiyoso menyebut, banyak warga yang sudah bosan menekuni pekerjaan sebagai pande besi. Terlebih, saat musim kemarau tiba, penjualannya menyusut.

”Kalau naik, sepertinya sudah tidak mungkin di Tahunan. Kalau di Turi malah naik terus jumlahnya. Di Tahunan, sekarang jumlahnya 68 orang, kalau di Turi ada 64 orang,” ungkapnya.

Jumlah itu terpaut amat jauh dibanding dengan pendataan yang dilakukan Pemdes Putatsari. Pada Murianews.com, Kades Putatsari Sumarno menyebutkan jumlah pande besi di dua dusun tersebut masih 360-an orang.

”Sesuai pendataan bulan lalu ada 360-an pengrajin, Tahunan dan Turi,” ucapnya.

Editor: Zulkifli Fahmi

Komentar