Rabu, 28 Februari 2024

Sempat Mejeng di Festival Kudus, Sarung Asli Pati Kian Populer

Umar Hanafi
Jumat, 1 Desember 2023 13:39:00
Sarung asli Juwana, Pati saat mejeng di Festival Ekraf Kudus Fashion Week (KFW) 2023. (Murianews/Istimewa)

Murianews, Pati – Sarung asli Juwana, Pati, Jawa Tengah (Jateng) sempat mejeng di Festival Ekraf Kudus Fashion Week (KFW) 2023, akhir pekan lalu. Sarung batik itu pun kian populer. Berbagai kalangan masyarakat mulai tertarik dengan sarung batik buatan Aljuwani itu.

Owner Sarung Aljuwani Mohammad Sutomo mengatakan pihaknya berkesempatan unjuk gigi dalam Festival Ekraf KFW 2023. Dalam kesempatan itu, delapan koleksi ditampilkan.

”Mulai sarung batik bakaran dengan atasan baju muslim, hingga sarung batik bakaran dan sarung seri Nusantara berpadu atasan kasual, jas formal, dan kebaya,” ujar Sutomo, Jumat (1/12/2023).

Hampir semua setelan busana berbasis kekayaan budaya lokal Batik Bakaran, dikemas dalam konsep kekinian. Selain itu, juga menyimpan nilai filosofi mendalam.

”Kami termotivasi ambil bagian dalam event fashion besar itu dengan membawa konsep dan produk yang dapat diandalkan. Menampilkan fashion dengan gaya yang elegan religi khas santri,  namun tetap mempertahankan budaya sebagai kekuatan,” jelasnya.

Festival Ekraf KFW 2023 yang digelar di Alun-Alun Kudus, akhir pekan lalu merupakan rangkaian peringatan Haul ke-3 Habib Ja'far Alkaff. Selain Muslim Fashion Show juga ada pameran UMKM, termasuk Dream Wedding Festival. Semuanya merupakan brand lokal Kudus dan sekitarnya.

Pengusaha santri ini mengatakan, Aljuwani menjadi salah satu brand lokal dari luar Kudus yang mendapat antusias besar dalam event tersebut. Pihaknya menonjolkan kekayaan budaya lokal yang mampu bersaing dalam pasar nasional.

Bahkan, lanjut dia, dari 16 brand yang membuka stand maupun tampil dalam Muslim Fashion Show, hanya produknya yang lahir dari pengusaha santri. Penghafal Alquran ini pernah mengenyam pendidikan pesantren di Kudus.

Dalam kesempatan itu, koleksi Aljuwani yang ditampilkan, yakni sarung batik bakaran motif parang kenanga dipadu jas dengan ikat kepala. Itu terinpirasi dari tampilan pahlawan zaman dahulu.

Ada juga koleksi sarung Aljuwani seri nusantara motif kawung dipadu jas dengan peci rajut yang terinpirasi dari para saudagar santri. Termasuk sarung batik bakaran dengan tampilan kaus dan jaket kekinian khas pemuda milenial.

Selanjutnya, koleksi sarung Aljuwani seri nusantara warna putih dipadu outer Aljuwani yang terinpirasi santri dan muballig kekinian. Ada pula peragawati yang menapilkan sarung batik Aljuwani putri dengan atasan kebaya kutu baru. Itu yang ternpirasi oleh gaya era 1980-an namun tetap tampil modis dan anggun.

”Penampilan penutup kami turunkan koleksi sarung Aljuwani seri utomo yang dipadupadankan dengan kemeja koko batik Aljuwani. Fashion ini terlihat gagah dan berwibawa khas santri kudus,” pungkas dia.

Editor: Cholis Anwar

Komentar