Jumat, 23 Februari 2024

Telan Biaya Rp 462 Juta, Omah UMKM di Kudus Sepi Peminat

Vega Ma'arijil Ula
Rabu, 31 Januari 2024 10:48:00
Pegawai saat mengecek Omah UMKM yang terletak di kantor Disnakerperinkop dan UKM Kudus, Jawa Tengah, Rabu (31/1/2024). (Murianews/Vega M Ula).

Murianews, KudusOmah UMKM di kawasan kantor Disnakerperinkop dan UKM Kudus, Jawa Tengah (Jateng) dibangun menggunakan anggaran APBD 2022 sebesar Rp 462 juta. Namun, Omah UMKM hingga kini masih sepi peminat.

Kepala Disnakerperinkop dan UKM Kabupaten Kudus, Rini Kartika Hadi Ahmawati mengatakan, perlu usaha ekstra keras untuk mengajak pelaku UMKM menempati Omah UMKM.

”Letaknya tidak strategis karena di belakang. Selain itu memang kami belum memiliki sarpras pendukungnya karena belum ada kursi dan mejanya,” kata Rini kepada Murianews.com, Rabu (31/1/2024).

Rini mengaku belum memiliki anggaran untuk menambah sarpras berupa meja, kursi, dan lemari untuk meletakkan produk-produk UMKM.

”Kalau kami paksakan dengan sarpras yang tersedia di kantor Disnakerperinkop dan UKM bisa saja, hanya tidak maksimal,” sambungnya.

Rini menjelaskan, rencananya Omah UMKM akan diisi sedikitnya lima pelaku UMKM, namun diklaim mampu ditempati hingga sepuluh pelaku UMKM. Produknya berupa fesyen, craft, makanan, minuman, dan ecoprint.

”Kami juga menyosialisasikan ke pelaku UMKM agar mau menempati Omah UMKM. Nantinya kami juga berusaha untuk membantu pemasarannya,” sambungnya.

Perihal promosi produk UMKM, pihaknya bakal mempromosikan melalui media sosial dan Whatsapp grup. Menurutnya, pelaku UMKM di Kota Kretek memiliki potensi yang baik.

”Alumni pelatihan sebenarnya memiliki potensi produk UMKM. Kami akan membantu memasarkan produk UMKM  teman-teman,” terangnya.

Untuk mejeng di Omah UMKM produk pelaku usaha harus memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, dan PIRT.

”Hal terpenting produknya memiliki izin usaha yang lengkap. Di Omah UMKM ini gratis biaya sewa,” imbuhnya

Editor: Cholis Anwar

Komentar