Jumat, 23 Februari 2024

Jokowi Minta KUR Tanpa Agunan, Bos BRI Buka Suara

Cholis Anwar
Sabtu, 9 Desember 2023 06:50:00
Pinjaman KUR (Freepik)

Murianews, Jakarta – Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI), Sunarso, memberikan tanggapan terkait permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang syarat kredit usaha rakyat (KUR) yang seharusnya tidak hanya berfokus pada agunan.

Sunarso mengklarifikasi bahwa saat ini kebijakan KUR dengan plafon di bawah Rp 100 juta sudah tidak memerlukan agunan.

Hal ini sejalan dengan ketentuan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Nomor 1 tahun 2023 tentang Pedoman Pelaksanaan KUR, yang menyatakan bahwa plafon di bawah Rp 100 juta tidak memerlukan agunan.

”Sekarang kebijakannya untuk KUR sampai dengan Rp 100 juta sudah tanpa jaminan. Kalau orang mengatakan bahwa KUR masih dimintai jaminan, kemungkinan bukan KUR,” kata Sunarso mengutip Detik.com, Sabtu (9/12/2023).

Sunarso menegaskan, bank yang masih menerapkan persyaratan agunan kepada debitur dengan plafon di bawah Rp 100 juta akan dikenakan penalti. Oleh karena itu, ia menegaskan tidak mungkin bank masih meminta agunan bagi debitur dengan plafon di bawah Rp 100 juta.

”Saya ulangi lagi, sampai Rp 100 juta tanpa jaminan. Kalau bank masih minta jaminan, di situ bank-nya kena pinalti sehingga tidak mungkin banknya mengenakan jaminan untuk yang di bawah 100 juta,” ujar Sunarso.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan rencana untuk mengajukan lebih banyak pilihan agunan atau jaminan sebagai syarat kredit. Hal ini perlu didiskusikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Koperasi dan UMKM.

”Tadi isu-nya agunan. Nah agunan kan nanti bisa kita kurangi kalau penjaminan-nya makin kuat. Kita lagi ajukan upaya penjaminan ke depan lebih luas dan lebih besar, sehingga banyak nasabah yang bisa masuk dari sistem KUR maupun ultra mikro juga,” kata Kartika Wirjoatmodjo.

TAG

Komentar