Jumat, 23 Februari 2024

Pegadaian Kanwil Semarang Salurkan Rp 412 M untuk KUR Syariah

Cholis Anwar
Senin, 22 Januari 2024 19:17:00
Transaksi KUR Syariah di PT Pegadaian Kanwil Semarang (Murianews/Dok Pegadaian Kanwil Semarang)

Murianews, Semarang – PT Pegadaian Kanwil XI Semarang memberikan dukungan nyata kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dukungan tersebut berupa alokasi dana sebesar Rp 412 miliar untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah pada tahun ini.

Upaya ini dilakukan untuk membantu pengembangan usaha UMKM dengan memberikan pinjaman melalui KUR Syariah, yang memiliki syarat mudah, tarif terjangkau, dan sesuai dengan prinsip syariah.

KUR Syariah Pegadaian merupakan fasilitas pinjaman yang memungkinkan pemilik usaha produktif mendapatkan modal dengan prinsip syariah berdasarkan akad Rahn (Gadai Syariah).

Berbeda dengan sistem bunga, KUR Syariah menggunakan prinsip mu'nah atau biaya pemeliharaan, dengan tarif yang kini lebih terjangkau setara 3 persen efektif per tahun atau 0,14 persen flat per bulan dari nilai pembiayaan.

”Pembiayaan KUR Syariah Pegadaian ini dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM untuk berbagai keperluan, seperti meningkatkan kualitas produk dan pelayanan, menambah peralatan dan pekerja, memperluas target pasar, serta pengembangan dan penambahan lokasi usaha,” ungkap Edy Purwanto, Pemimpin PT Pegadaian Kanwil XI Semarang, Senin (22/1/2024).

Dana KUR Syariah Pegadaian dapat diajukan di seluruh outlet Pegadaian di wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan DIY, dengan 423 outlet tersebar di 6 Area, yaitu Yogyakarta, Surakarta, Semarang, Pati, Tegal, dan Purwokerto.

Edy Purwanto menegaskan jika pihaknya siap menyalurkan dana sebesar Rp 412 miliar pada tahun 2024, dan tidak menutup kemungkinan akan menambah kuotanya jika diperlukan.

Selain melalui outlet, Pegadaian juga memfasilitasi masyarakat dengan menggunakan scan QR Code untuk memudahkan dalam pengajuan KUR Syariah. Dengan berbagai inovasi ini, Pegadaian Kanwil Semarang berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan dan pengembangan UMKM di wilayahnya.

Komentar