Jumat, 23 Februari 2024

Bank Diperkirakan Akan Lebih Ketat Salurkan Kredit

Ali Muntoha
Kamis, 20 Juli 2023 12:08:00
Ilustrasi Kredit di Perbankan (Freepik)

Murianews, Jakarta – Bank Indonesia (BI) memperkirakan perbankan akan lebih ketat dalam penyaluran kredit pada triwulan tiga tahun 2023. Hal ini terindikasi dari Indeks Lending Standard (ILS) triwulan III 2023 yang bernilai positif sebesar 0,1%.

Standar penyaluran kredit yang lebih ketat dibandingkan triwulan sebelumnya diprakirakan terjadi pada hampir seluruh jenis kredit. Kecuali kredit pemilikan rumah (KPR) yang diprakirakan lebih longgar.

Sementara itu, aspek kebijakan penyaluran kredit yang diperkirakan lebih ketat dibandingkan triwulan sebelumnya antara lain suku bunga kredit dan premi kredit berisiko.

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan persnya, Kamis (20/7/2023) mengatakan, hasil Survei Perbankan Bank Indonesia mengindikasikan penyaluran kredit baru pada triwulan II 2023 meningkat.

Hal tersebut tecermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru sebesar 94,0 persen.

”Pertumbuhan kredit baru tersebut terjadi pada hampir seluruh jenis kredit, kecuali Kredit Investasi yang sedikit lebih rendah dibanding triwulan sebelumnya,” katanya.

Pada triwulan III 2023, penyaluran kredit baru diprakirakan tetap terjaga tumbuh positif, terindikasi dari SBT prakiraan penyaluran kredit baru sebesar 86,3 persen.

Namun Standar penyaluran kredit pada triwulan III 2023 diprakirakan sedikit lebih ketat dibandingkan periode sebelumnya.

Prioritas utama bank dalam penyaluran kredit baru pada triwulan III 2023 adalah kredit modal kerja. Kemudian kredit investasi dan kredit konsumsi.

Pada jenis kredit konsumsi, penyaluran kredit kepemilikan rumah/apartemen (KPR/KPA) masih menjadi prioritas utama.

”Diikuti oleh kredit multiguna dan kredit kendaraan bermotor. Berdasarkan sektor, penyaluran kredit baru pada triwulan III 2023 diprioritaskan pada sektor Industri Pengolahan, sektor Perdagangan Besar & Eceran, serta sektor Perantara Keuangan,” terangnya.

 

Komentar