BPR BKK Kudus Alami Pertumbuhan Usaha Positif Usai Covid-19
Anggara Jiwandhana
Rabu, 18 Oktober 2023 05:57:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – PT BPR BKK Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng), mencatatkan pertumbuhan usaha yang positif usai dihantam pandemi Covid-19 pada tahun 2020 kemarin.
Tercatat untuk pertumbuhan aset pada tahun 2021 ke tahun 2022 kemarin mencapai 3,5 persen. Kemudian untuk dana masyarakat tumbuh sebesar 3,3 persen dan untuk pertumbuhan kredit juga ikut naik di angka 6,5 persen.
Direktur Utama PD BPR BKK Kudus Noor Mastiko mengungkapkan, pertumbuhan usaha ini tidak lepas dari kinerja para jajarannya. Dia pun mengucapkan terima kasih kepada semua mitra dan nasabah yang telah mempercayakan uangnya kepada bank milik pemerintah tersebut.
Secara rinci dia menyebutkan, per September tahun 2021 lalu nilai aset BPR hanya sebesar Rp 240 miliar kemudian per September 2022 nilainya naik ke Rp 248,6 miliar. Atau naik sekitar Rp 8,5 miliaran.
Kemudian untuk dana masyarakat pada tahun 2021 besarannya mencapai Rp 215 miliar, tahun 2022 naik menjadi Rp 222 miliar, atau naik Rp 7,1 miliar.
”Pada penyaluran kredit juga kami mengalami kenaikan yakni dari Rp 120,9 miliar lalu naik menjadi Rp 128 miliar atau naik sebanyak Rp 7,8 miliar,” katanya di sela penyerahan hadiah untuk para nasabah BPR BKK Kudus di Graha Mustika Jati, Selasa (18/10/2023).
Pihaknya pun memastikan BPR BKK akan terus mengembangkan usahanya. Mengingat persaingan di dunia perbankan semakin ketat dengan adanya banyak bank swasta maupun bank milik pemerintah yang bertebaran di Kudus.
”Tentunya kami tetap optimis untuk maju bersama-sama, kami tidak menyebut ini persaingan karena memang tujuannya adalah untuk layanan masyarakat meski memang pada akhirnya tetap harus berprofit,” pungkasnya.
Editor: Cholis Anwar



