Rupiah Jumat 24 Juli 2026 Tertekan di Level Rp 17.979 per dolar AS
Cholis Anwar
Jumat, 24 Juli 2026 10:34:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak melemah pada perdagangan Jumat (24/7/2026) pagi.
Rupiah tertekan 43 poin atau 0,24 persen ke posisi Rp 17.979 per dolar AS, dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp 17.936 per dolar AS.
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan, kenaikan tajam harga minyak mentah menjadi pemicu utama tekanan terhadap kurs rupiah.
”Harga minyak mentah Brent sempat menembus 95 dolar AS per barel, sehingga memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah,” kata Josua dikutip dari Antara.
Lonjakan harga minyak mentah global ini kembali memicu kekhawatiran terkait risiko twin deficit di Indonesia, yang berujung pada menurunnya sentimen positif investor terhadap mata uang domestik.
Melonjaknya harga minyak dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah setelah terjadi serangan di dekat Selat Bab el-Mandeb, salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia.
Gangguan ini memaksa kapal tanker mengalihkan rute melalui Afrika bagian selatan, yang berpotensi mengganggu rantai pasok energi global.
”Untuk hari ini, kami memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp 17.900 hingga Rp 18.025 per dolar AS seiring meningkatnya ketegangan geopolitik,” tutup Josua.



