Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Pada tahun 1978, BP memperoleh kendali mayoritas atas Standard Oil of Ohio, dan semakin memperkuat posisinya di bidang industri energi dunia. Sebelumnya, pemerintah Inggris memiliki saham mayoritas di BP, tetapi perusahaan ini secara bertahap diprivatisasi antara tahun 1979 hingga 1987.

BP bergabung dengan Amoco pada tahun 1998 dan mengakuisisi ARCO, Burmah Castrol, serta Aral AG. Nama perusahaan kemudian disingkat menjadi BP plc pada tahun 2001.

Beroperasi di hampir 80 negara dan berproduksi sekitar 3,7 juta barel minyak per hari (2018), BP menjadi salah satu perusahaan minyak terbesar di dunia. Selain itu, BP juga memiliki sekitar 18.700 stasiun layanan di seluruh dunia, yang beroperasi di bawah merek BP, Amoco, dan Aral, tergantung pada wilayah kerjanya.

Perusahaan ini terus berusaha mempertahankan posisinya sebagai pemain utama dalam industri energi, meskipun mengalami beberapa tantangan besar. Diantaranya di bidang lingkungan maupun keselamatan.

BP, seperti banyak perusahaan Migas besar lainnya, tidak luput dari kontroversi dan insiden besar yang mempengaruhi reputasinya. Pada 2005, BP terlibat dalam ledakan kilang Texas City yang menewaskan 15 pekerja dan mengakibatkan denda besar dari OSHA.

Selain itu, BP juga terlibat dalam beberapa tumpahan minyak besar, termasuk tumpahan minyak Torrey Canyon pada tahun 1967 dan tumpahan minyak Teluk Prudhoe pada tahun 2006.

Namun, insiden terburuk yang dihadapi oleh BP adalah tumpahan minyak Deepwater Horizon pada tahun 2010. Kejadian ini adalah tumpahan minyak terbesar dalam sejarah, saat melepaskan sekitar 4,9 juta barel minyak ke laut dalam.

Bencana Lingkungan...

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler