Kisah Inspiratif Pendiri Mixue, Sempat Kontroversial di Indonesia
Cholis Anwar
Rabu, 13 Maret 2024 08:16:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Sebagian besar orang tidak mengenal siapa sebenarnya pemilik atau pun pendiri Mixue, gerai es krim yang kini sudah mejeng di berbagai daerah di Indonesia. Mixue ini memang sempat kontroversial di Indonesia lantaran pada saat beroperasi belum mengantongi sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Namun siapa sangka, pemilik Mixue yang bernama Zhang Hongchao, saat ini justru menjadi salah satu orang terkaya di China.
Melansir dari Okezone.com, Zhang Hongchao telah membagikan kisah inspiratif dalam membangun bisnis Mixue yang awalnya dimulai dari modal kecil. Cerita perjuangannya dimulai pada tahun 1997, saat Hongchao masih menjadi mahasiswa semester empat.
Dengan semangat dan tekad yang kuat, Zhang Hongchao berani memulai usaha kecil dengan membuka gerai es serut. Modalnya berasal dari tabungan neneknya, sekitar 4.000 RMB atau sekitar Rp7 juta.
Dengan modal tersebut, dia membeli perlengkapan dan bahan yang diperlukan serta merakit mesin es serut.
Pada awalnya, gerai Hongchao hanya menjual tiga produk es, yang sangat laris terutama di musim panas. Dengan berjalannya waktu, permintaan terhadap es serut mulai menurun sehingga mengharuskan Hongchao untuk menutup gerainya.
Namun, ketekunan Hongchao tak tergoyahkan. Pada tahun 1999, dia kembali membuka toko es yang dinamai Mixue Bingcheng (MXBC). Meskipun mengalami pasang surut, bisnisnya akhirnya menemukan target pasar yang menguntungkan.
Pada tahun 2008, Hongchao melihat peluang besar saat Olimpiade Beijing 2008, di mana es krim cone sangat diminati. Dia berhasil mengembangkan resep dan formula untuk es krim cone yang dapat dijual dengan harga yang lebih terjangkau.
Kini, Mixue telah tumbuh menjadi perusahaan raksasa dengan kurang lebih 20.000 gerai di China dan 1.000 gerai tersebar di berbagai negara termasuk Indonesia, Filipina, Malaysia, dan Singapura. Sejauh ini, valuasi seluruh bisnis Mixue diperkirakan mencapai USD3,17 miliar atau sekitar Rp49,54 triliun.



