IHSG Dibuka Menguat Tipis, Pasar Pantau Hasil Kesepakatan Dagang RI-AS
Cholis Anwar
Selasa, 23 Desember 2025 10:09:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka pada zona hijau pada perdagangan Selasa (23/12/2025).
Meski menguat tipis, indeks diperkirakan akan bergerak mendatar (sideways) seiring langkah pelaku pasar yang mencermati perkembangan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS).
IHSG mengawali sesi dengan penguatan 10,81 poin atau 0,13 persen ke level 8.656,65. Sebaliknya, kelompok saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 justru terkoreksi tipis 1,13 poin atau 0,13 persen ke posisi 858,59.
Sentimen utama yang menggerakkan pasar domestik hari ini berkaitan erat dengan nasib kesepakatan dagang Indonesia-AS.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dijadwalkan menggelar konferensi pers pagi ini menyusul kunjungannya ke Negeri Paman Sam.
Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya menyebutkan bahwa isu ini menjadi sangat krusial.
”Kepastian kesepakatan ini sangat penting bagi prospek tarif ekspor, investasi, hingga pertumbuhan ekonomi nasional, terutama di tengah isu potensi penghentian kesepakatan yang sebelumnya telah ditandatangani pada Juli 2025,” tulis laporan tersebut dikutip dari Antara, Selasa (23/12/2025).
Di sisi lain, pergerakan nilai tukar rupiah terpantau sedang berada dalam tekanan. Mata uang Garuda menyentuh posisi terlemahnya dalam delapan bulan terakhir.
Ekspektasi pasar...
- 1
- 2



