Sabtu, 25 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Beralih ke panggung dalam negeri, Ibrahim memandang sentimen terhadap rupiah ikut tergerus setelah angka inflasi nasional pada Mei 2026 melonjak ke level 0,28 persen secara bulanan (month-to-month/mtm).

Rapor tersebut terpantau lebih tinggi bila dikomparasikan dengan inflasi April 2026 yang hanya bertengger di angka 0,13 persen.

Akselerasi laju inflasi domestik tersebut utamanya dipicu oleh kelompok harga pangan bergejolak, fluktuasi harga energi, tarif yang diatur pemerintah, serta efek domino dari pelemahan nilai tukar rupiah itu sendiri.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), surplus April 2026 disokong penuh oleh performa sektor perdagangan nonmigas yang meraup surplus 3,53 miliar dolar AS.

”Namun kalau di lihat secara statistik, surplus perdagangan April menyempit tajam, menggarisbawahi tekanan pada daya beli dan ketahanan eksternal akibat pasokan global yang tersendat akibat Selat Hormuz di blokade oleh pasukan garda revolusi Iran yang sampai saat ini belum ada kejelasan kapan akan dibuka kembali,” beber Ibrahim.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler