Jumat, 24 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat defisit APBN sebesar Rp 180,4 triliun hingga akhir Mei 2026. Nilai defisit finansial tersebut setara dengan 0,70 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, realisasi pelaksanaan APBN hingga periode Mei 2026 ini sejatinya masih mengindikasikan sejumlah perkembangan yang positif.

Salah satu performa yang menggembirakan terlihat dari lini penerimaan pajak nasional yang sukses tumbuh di angka 22,1 persen.

”Realiasasi APBN sampai Mei 2026, defisitnya tinggal Rp 180,4 triliun atau 0,70 persen dari PDB,” urai Purbaya Yudhi Sadewa dikutip dari Kompas.com, Jumat (5/6/2026).

Dari klaster pendapatan, realisasi total kuantitas pendapatan negara telah menyentuh angka Rp 1.185 triliun atau setara 19,1 persen dari keseluruhan target APBN. Lini penerimaan negara ini dilaporkan masih didominasi secara mutlak oleh sektor perpajakan yang menjadi tulang punggung utama pasokan kas negara.

Secara rinci, raihan akumulatif dari penerimaan perpajakan bertengger di posisi Rp958,2 triliun atau merosot tumbuh 18,9 persen dari target. Di dalam struktur tersebut, penerimaan pajak murni berhasil menyumbang porsi sebesar Rp 834,4 triliun atau tumbuh melesat 22,1 persen.

Sementara itu, sektor kepabeanan dan cukai tercatat ikut andil menyetorkan dana senilai Rp123,8 triliun, meski hanya tumbuh tipis di angka 0,7 persen.

Purbaya menambahkan, untuk sektor Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) hingga akhir Mei 2026 ini mampu mengumpulkan dana sebesar Rp226,4 triliun atau mengisi porsi 19,9 persen dari target APBN.

Realisasi belanja...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler