Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, JakartaNilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan performa positif pada perdagangan Kamis (11/6/2026) pagi.

Rupiah bergerak menguat tipis 3 poin atau 0,02 persen ke level Rp 17.941 per dolar AS jika dibandingkan dengan posisi penutupan sebelumnya di angka Rp 17.944 per dolar AS.

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede mengatakan, pergerakan positif ini dipicu oleh meredanya kekhawatiran para pelaku pasar terhadap prospek postur fiskal di dalam negeri.

”Kekhawatiran terhadap prospek fiskal Indonesia mereda seiring pelemahan harga minyak global, sementara keputusan pemerintah untuk melakukan penyesuaian harga BBM (Bahan Bakar Minyak) Pertamax turut mengurangi tekanan terhadap keseimbangan fiskal,” terang Josua dikutip dari Antara, Kamis (11/6/2026).

Josua menambahkan, situasi tersebut secara otomatis memperkuat ekspektasi pasar defisit fiskal nasional akan jauh lebih terkendali ke depan. Dampak positifnya langsung memberikan bantalan penguat bagi nilai tukar rupiah maupun pasar obligasi domestik.

Selain faktor fiskal, mata uang rupiah juga terus memperoleh insentif positif dari penguatan transmisi kebijakan kenaikan suku bunga acuan yang baru saja diumumkan sehari sebelumnya oleh Bank Indonesia.

Langkah bank sentral tersebut sukses mendongkrak daya tarik imbal hasil (yield) dari instrumen aset finansial domestik di mata investor asing.

Sementara dari panggung global, laju inflasi umum di AS tercatat merangkak naik ke level 4,2 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Mei 2026.

Bergerak selaras...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler