Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Pati – Harga tomat melambung di pasaran Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng) saat musim hujan datang. Pedagang di Pasar Puri Pati pun mengeluh dengan keadaan ini.
Harga tomat buah saat ini menyentuh Rp 22 ribu per kilogram. Sementara tomat sayur Rp 12 ribu per kilogram. Harga ini lebih tinggi dibandingkan sebelum musim kemarau kemarin.
Saat musim kemarau lalu, harga tomat sayur Rp 8 ribu per kilogram. Sedangkan tomat buah hanya mencapai berkisar Rp 16 ribu hingga Rp 18 ribu per kilogram.
”Ini sudah naik sejak tiga hari yang lalu. Ndak tahu kenapa naik. Saat musim panas lalu ndak naik seperti ini. Saat ini kok malah naik,” ujar salah satu pedang di Pasar Puri Pati, Atik, Senin (11/12/2023).
Selain tomat, harga sejumlah komoditas lainnya juga masih tinggi. Bahkan harga cabai merah teropong sudah mencapai lebih dari Rp 110 ribu per kilogram. Sementara harga cabai rawit Rp 100 ribu per kilogram.
”Kalau cabai merah teropong sudah lebih dari Rp 110 ribu per kilogram. Ini ndak pernah kayak ini. Normalnya harganya Rp 80 ribu per kilogram,” kata dia.
Ia mengakui tingginya harga sejumlah komoditas ini membuat sejumlah orang mengurangi jumlah pembeliaannya. Awalnya yang membeli satu kilogram turun menjadi seperempat kilogram.
Meskipun demikian, Anis tidak khawatir. Pasalnya ia mempunyai langganan pembeli dari rumah makan di Kabupaten Pati.
”Kita punya langganan rumah makan. Jadi order tetap. Kalau ndak punya langganan ya sulit,” ungkap dia.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disdagperin Kabupaten Pati, Kuswantoro mengatakan kenaikan sejumlah komoditas ini dikarenakan berkurangnya pasokan di pasaran.
”Sehingga harga jual dari pedagang pengumpul naik dan pedagang di pasaran menaikan harganya ke konsumen. Tapi untuk stok cukup tersedia di pasaran,” tandas dia.
Editor: Cholis Anwar



