Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, JakartaNilai tukar rupiah mengawali perdagangan pekan ini dengan penguatan. Pada pembukaan perdagangan Senin (21/4/2025) pagi, rupiah terapresiasi 46 poin atau 0,27 persen, menjadi Rp 16.831 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp 16.877 per dolar AS.

Menurut Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, Ariston Tjendra, penguatan rupiah ini dipicu oleh sentimen negatif pasar terhadap pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang meminta pemangkasan suku bunga acuan The Fed.

”Tekanan terhadap dolar AS terbaru datanya dari persepsi negatif pasar terhadap pernyataan Trump yang meminta Bank Sentral AS untuk memangkas suku bunga acuannya,” ujar Ariston dikutip dari Antara.

Pernyataan Trump tersebut dinilai sebagai intervensi terhadap independensi The Fed, yang berpotensi berdampak buruk pada perekonomian AS.

Selain sentimen dari AS, penguatan rupiah juga didukung oleh pelemahan dolar AS secara umum. Ini tertekan oleh kekhawatiran dampak negatif kenaikan tarif terhadap perekonomian AS, terutama peningkatan harga barang konsumsi.

”Potensi penguatan ke arah Rp 16.700, dengan resisten di kisaran Rp 16.830,” prediksi Ariston.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler