Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup merosot tajam pada perdagangan sesi I, Rabu (4/3/2026).
Sentimen negatif dari ketegangan geopolitik global memicu aksi jual masif, yang membuat indeks menjauh dari level psikologisnya.
Data perdagangan mencatat IHSG terkoreksi sebesar 343,19 poin atau 4,32 persen ke posisi 7.596,58. Pelemahan ini berbanding lurus dengan rontoknya bursa saham di kawasan Asia pada siang ini.
Pengamat Pasar Modal, Reydi Octa, menjelaskan bahwa ketidakpastian arah konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel menjadi pemicu utama investor global bersikap risk-off.
Para pelaku pasar cenderung menarik modal dari pasar ekuitas yang berisiko dan mengalihkannya ke aset aman (safe haven).
”Investor global cenderung mengalihkan sebagian dananya ke aset safe haven seperti emas, dolar AS, dan obligasi pemerintah AS, sembari menantikan meredanya tensi geopolitik,” ujar Reydi dikutip dari Antara, Rabu (4/3/2026).
Selain faktor geopolitik, pelemahan IHSG juga dipicu oleh aksi ambil untung (profit taking) setelah indeks sempat mengalami tren penguatan (rally) dalam beberapa hari terakhir.
Investor asing terpantau melakukan aksi jual bersih (net sell), terutama pada saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar (big caps).
Meskipun tekanan jual cukup kuat, Reydi memproyeksikan IHSG masih memiliki peluang untuk bertahan di area support level 7.500-7.600 hingga penutupan perdagangan hari ini.
”Jika tekanan jual asing tidak terlalu agresif, pelemahan cenderung bersifat teknikal dan bisa terbatas,” tambahnya.



