Nilai Tukar Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp 18.049 per Dolar AS
Cholis Anwar
Kamis, 4 Juni 2026 17:30:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Performa nilai tukar rupiah pada perdagangan Kamis sore dilaporkan kembali merosot. Rupiah ditutup melemah 0,46 persen ke level Rp 18.049 per dolar AS jika dikomparasikan dengan penutupan sebelumnya di posisi Rp 17.966 per dolar AS.
Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi menilai jebloknya kurs rupiah pada paruh pekan ini dipicu oleh kombinasi sentimen eksternal global dan dinamika domestik yang masih memberikan tekanan berat.
Dari panggung eksternal, para investor global memilih bermain aman di tengah eskalasi ketegangan geopolitik yang kembali membara di Timur Tengah. Kabar terbaru mengenai perang regional ini menjadi sorotan utama pasar keuangan dunia.
”Washington mengumumkan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon pada Rabu malam, meskipun kesepakatan tersebut bergantung pada penghentian permusuhan oleh Hizbullah,” papar Ibrahim Assuaibi dikutipdari Antara, Kamis (4/6/2026).
Beralih ke faktor dalam negeri, Ibrahim menyoroti peningkatan kecemasan para pelaku pasar terhadap dampak lonjakan harga minyak mentah dunia yang mulai menggerogoti ketahanan fiskal serta sektor eksternal Indonesia.
Tingginya harga komoditas energi ini dinilai berpotensi mengerek defisit anggaran fiskal mendekati batas psikologis 3 persen dan menekan neraca pembayaran luar negeri.
Sentimen negatif tambahan bagi pasar keuangan domestik juga datang dari rilis pemeringkatan PT Danantara Investment Management oleh lembaga pemeringkat internasional, Moody’s Ratings.
Perusahaan investasi...
- 1
- 2



