Di samping sentimen domestik dari rapor APBN, proyeksi pasar mengenai potensi Bank Indonesia (BI) yang akan mengerek naik suku bunga acuan guna meredam pelemahan rupiah ikut menjadi vitamin segar bagi otot mata uang garuda pada penutupan perdagangan sore ini.
”Ekspektasi kenaikan suku bunga oleh BI membuat spread bunga dengan The Fed rate semakin melebar dan rupiah menjadi menarik lagi,” terang Rully.
Murianews, Jakarta – Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari ini mengalami penguatan tipis ke level Rp 18.036 per dolar AS dari posisi penutupan sebelumnya di angka Rp 18.049 per dolar AS.
Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova mengatakan, kebangkitan kurs rupiah ini dipicu oleh adanya respons positif dari para pelaku pasar keuangan atas rilis laporan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
”Pelaku pasar merespons positif laporan kinerja APBN walaupun masih defisit. Namun, kenaikan pajak tumbuh signifikan yang berarti ketergantungan pada utang mulai turun,” ungkap Rully Nova dikutip dari Antara, Jumat (5/6/2026).
Berdasarkan data otoritas keuangan, lini penerimaan pajak nasional menunjukkan performa yang impresif per 31 Mei 2026.
Nilai setoran pajak yang masuk ke kas negara sukses menembus Rp 834,4 triliun atau tumbuh melesat 22,1 persen (year-on-year/yoy) jika dikomparasikan dengan periode yang sama pada tahun lalu yang tertahan di angka Rp 683,3 triliun.
Secara sektoral, hampir seluruh struktur komponen perpajakan nasional mencatatkan kurva pertumbuhan yang positif. Untuk pos penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) Badan serta deposit PPh Badan tercatat mampu terealisasi sebesar Rp 167,6 triliun atau tumbuh 23,9 persen.
Selain disokong oleh sektor pajak penghasilan, komponen Pajak Pertambahan Nilai (PPN) serta Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) juga menorehkan pertumbuhan yang tidak kalah mentereng.
Sektor konsumsi ini melesat hingga 41,3 persen dengan menyumbang nilai pasokan finansial sebesar Rp 315,7 triliun.
Proyeksi pasar...
Di samping sentimen domestik dari rapor APBN, proyeksi pasar mengenai potensi Bank Indonesia (BI) yang akan mengerek naik suku bunga acuan guna meredam pelemahan rupiah ikut menjadi vitamin segar bagi otot mata uang garuda pada penutupan perdagangan sore ini.
”Ekspektasi kenaikan suku bunga oleh BI membuat spread bunga dengan The Fed rate semakin melebar dan rupiah menjadi menarik lagi,” terang Rully.