Kamis, 23 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada Kamis (23/7/2026) pagi. Pergerakan positif ini mengekor penguatan bursa saham di kawasan Asia.

IHSG dibuka menguat 12,14 poin atau 0,19 persen ke posisi 6.346,62. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 0,81 poin atau 0,13 persen ke posisi 633,36.

”Selama IHSG mampu bertahan di atas area support 6.284-6.260, peluang melanjutkan penguatan masih terbuka untuk kembali menguji resistance 6.377. Jika mampu breakout dan bertahan di atas level itu, penguatan berpotensi berlanjut menuju 6.398-6.459,” ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata dikutip dari Antara.

Dari mancanegara, sentimen pasar cenderung berhati-hati menjelang laporan keuangan perusahaan teknologi berkapitalisasi besar (big caps) yang dinilai akan menjadi penentu arah reli saham bertema kecerdasan buatan (AI).

Investor mencermati panduan belanja modal (capex) Alphabet yang diproyeksikan meningkat seiring tingginya permintaan AI dan kenaikan harga chip memori.

Di sisi lain, kekhawatiran mengenai besarnya investasi AI dan ketidakpastian waktu pengembalian modal masih membayangi pasar. Hal ini membuat saham-saham semikonduktor mengalami koreksi tajam lebih dari 20 persen dari puncaknya.

Sentimen global juga dipengaruhi oleh kembali meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah menyusul ancaman balik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terkait jalur pelayaran vital Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb.

Namun, upaya diplomasi masih berlangsung dengan adanya usulan gencatan senjata selama 10 hari melalui mediator internasional.

BI Rate...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler