Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sukses menutup perdagangan Selasa (2/6/2026) sore di zona hijau. Performa positif pasar modal ini dipimpin oleh meroketnya penguatan saham-saham di sektor energi.
Pada penutupan perdagangan, IHSG terpantau menguat 68,04 poin atau setara 1,11 persen ke posisi 6.195,42. Sejalan dengan IHSG, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga merangkak naik 8,10 poin atau 1,33 persen ke posisi 619,27.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus alias Nico mengatakan, apresiasi IHSG sore ini dipicu oleh respons para pemodal terhadap rilis performa ekonomi makro.
”IHSG menguat dimana para pelaku pasar juga mencerna data ekonomi,” ujar Nico dalam kajian tertulisnya dikutip dari Antara, Selasa (2/6/2026).
Dari dalam negeri, laju IHSG ditopang oleh rapor positif sejumlah indikator ekonomi nasional. S&P Global melaporkan indeks Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia sukses melompat dari level kontraksi 49,1 pada April 2026 menjadi 50,0 pada Mei 2026.
Di saat yang sama, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan angka inflasi periode Mei 2026 terkendali di posisi 0,28 persen secara bulanan (month to month/mtm) dan 3,08 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Realisasi inflasi tersebut dinilai masih aman karena berada di dalam rentang target Bank Indonesia (BI) yakni 2,5 persen plus minus 1 persen.
BPS juga mencatat neraca perdagangan Indonesia kembali membukukan surplus sebesar 90 juta dolar AS, yang didorong oleh capaian nilai ekspor sebesar 25,30 miliar dolar AS berbanding nilai impor sebesar 25,31 laporannya.
Panggung internasional...
- 1
- 2



